JAKARTA — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan komitmen dan posisi politiknya yang kini berada di dalam barisan koalisi pemerintahan. Kendati bergabung dengan koalisi, PKS memastikan tetap konsisten menjalankan peran kritis, konstruktif, dan solutif dalam mengawal setiap kebijakan negara.
Sikap politik tersebut disampaikan oleh pimpinan PKS, Al Muzzammil Yusuf, dalam pidatonya pada acara Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) PKS. Ia mengungkapkan bahwa arah dan prinsip koalisi PKS ini telah disampaikan secara langsung oleh Ketua Majelis Syuro PKS kepada Presiden Prabowo Subianto saat memenuhi undangan di Istana Negara.
"Posisi PKS saat ini berada di dalam koalisi, dan koalisi kita telah disampaikan Ketua Majelis Syuro langsung kepada Presiden Prabowo Subianto ketika kami diundang ke Istana Negara. Beliau mengatakan kami akan kritis, konstruktif, sekaligus solutif untuk mencarikan persoalan bangsa bersama-sama," ujar Al Muzzammil.
Ia menambahkan bahwa komitmen PKS untuk tetap kritis dan memberikan solusi tersebut disambut baik oleh Presiden Prabowo Subianto. Menurut Al Muzzammil, keberadaan PKS dengan pendekatan ini bertujuan untuk mengoreksi dan mempertajam kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah.
Dengan adanya pengawalan yang kritis serta tawaran solusi dari PKS, diharapkan setiap kebijakan negara dapat berjalan lebih efektif, menemukan jalan keluar saat persoalan muncul, serta mencapai tujuan nasional yang dicita-citakan bersama.
Di akhir keterangannya, Al Muzzammil menegaskan bahwa langkah politik PKS ini tidak sekadar agenda konsolidasi semata, melainkan diniatkan sebagai bagian dari kerja ibadah dan wujud pelaksanaan prinsip amar ma'ruf nahi munkar bagi kemajuan bangsa.


